Article INFLATION
SOFTSKILL
NAMA : HARIMAN SUHUD
KELAS : 4EA32
NPM : 13213924
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
2017
Inflation
Inflation
is a process of rising prices in general and constantly related to market
mechanisms that can be caused by various factors, among others, increased
public consumption, excessive liquidity in the market that triggers consumption
or even speculation, to the extent that there is an unfairness Distribution of
goods. In other words, inflation is also a process of declining currency values
continuously.
Inflation can be classified
into four groups namely mild inflation, moderate, severe and hyperinflation. Mild
inflation occurs when price increases are below 10% a year, moderate inflation
between 10%-30% a year, heavy inflation
between 30%-100% a year, and hyperinflation or uncontrolled inflation occurs
when price increases are above 100% a year
Causes of Inflation
·
Inflation Due to Demand Increase
Such inflation is due to an increase in demand for
certain types of goods. In this case, people's demand increases aggregately. This
increase in demand can occur due to increased government spending, increased
demand for goods for export, and increased demand for goods for private needs. This
increase in public demand resulted in rising prices due to fixed bids.
·
Inflation Due to Production Cost
Such inflation is due to an increase in production
costs. The increase in production costs is due to rising raw material prices,
for example because of the success of trade unions in raising wages or due to
rising fuel prices. The increase in production costs resulted in rising prices
and inflation occurring.
·
Inflation Because of the Money
Supply Increases
This theory is proposed by the classics that there
is a relationship between the amount of money in circulation and the prices. If
the amount of goods is fixed, while money supply doubled the price will double.
Increasing the amount of money in circulation can occur for example if the
government uses a deficit budget system. Lack of budget closes by printing new
money that causes prices to rise.
How
to Overcome Inflation
There
are two types of policies that can be taken by the government in the face of
inflationary situation namely Monetary and Fiscal policy. Both policies, have a
variety of decisions that can be selected. This is the explanation :
ü Monetary
Policy
1. Open
Market Policy, Central Bank policy to reduce the money supply by selling SBI
(Bank Indonesia Letter). By selling SBI, the Central Bank will receive money
from the public by means of which the amount of money in circulation may be
reduced.
2. Discounto
Policy, the policy of the Central Bank to reduce the amount of money in
circulation by raising interest rates. By raising interest rates, it is
expected that the public will save more money.
3. The
Cash Deposit Policy, the Central Bank's policy to reduce the amount of money in
circulation by raising the minimum cash reserves. So that commercial banks must
withhold more money banyka dibank as reserve.
4. Selective
Credit Policy, the policy of the Central Bank to reduce the money supply by
tightening credit terms. A strict provision will reduce the number of
entrepreneurs who can get credit.
ü Fiscal
Policy
1. Reducing
Government Expenditures, to tackle inflation the government can reduce spending
so that demand for goods and services is reduced which can ultimately lower
prices.
2. Raising
Tax Rates, to tackle inflation the government can raise tax rates, an increase
in tax rates will reduce the level of public consumption. Reduced consumption
levels will reduce demand for goods and services that ultimately can lower
prices.
Inflasi
Inflasi
adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan
dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain,
konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu
konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya
ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan
proses menurunnya nilai mata uang secara kontiniu.
Inflasi
dapat digolongkan menjadi empat golongan yakni inflasi ringan, sedang, berat
dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi bila kenaikan harga berada dibawah
angka 10% setahun, inflasi sedang antara 10%-30% setahun, inflasi berat antara
30%-100% setahun dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila
kenaikan harga berada diatas 100% setahun.
Penyebab
Inflasi
·
Inflasi Karena Kenaikan Permintaan
Inflasi seperti ini terjadi karena adanya kenaikan
permintaan untuk beberapa jenis barang. Dalam hal ini, permintaan masyarakat
meningkatkan secara agregat. Peningkatan permintaan ini dapat terjadi karena
peningkatan belanja pada pemerintah, peningkatan permintaan akan barang untuk
diekspor, dan peningkatan permintaan barang bagi kebutuhan swasta. Kenaikan
permintaan masyarakat ini mengakibatkan harga-harga naik karena penawaran
tetap.
·
Inflasi Karena Biaya Produksi
Inflasi seperti ini terjadi karena adanya kenaikan
biaya produksi. Kenaikan pada biaya produksi terjadi akibat karena kenaikan
harga-harga bahan baku, misalnya karena keberhasilan serikat buruh dalam menaikkan upah atau karena kenaikan harga
bahan bakar minyak. Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga naik dan
terjadilah inflasi.
·
Inflasi Karena Jumlah Uang yang
Beredar Bertambah
Teori ini diajukan oleh kaum klasik yang mengatakan
bahwa ada hubungan antara jumlah uang yang beredar dan harga-harga. Bila jumlah
barang itu tetap, sedangkan uang beredar bertambah dua kali lipat maka harga
akan naik dua kali lipat. Penambahan jumlah uang yang beredar dapat terjadi
misalnya kalau pemerintah memakai sistem anggaran defisit. Kekurangan anggaran
ditutup dengan melakukan pencetakan uang baru yang mengakibatkan harga-harga
naik.
Cara
Mengatasi Inflasi
Terdapat 2 jenis kebijakan yang
dapat di ambil oleh pemerintah dalam menghadapi situasi inflasi yaitu kebijakan
Moneter dan Fiskal. Kedua kebijakan tersebut, memiliki macam-macam keputusan
yang bisa di pilih. Akan di jelaskan sebagai berikut :
ü Kebijakan
Monenter
1. Kebijakan
Pasar Terbuka, kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar
dengan cara menjual SBI (Surat Bank Indonesia). Dengan menjual SBI, Bank
Sentral akan menerima uang dari masyarakat dengan artinya jumlah uang yang
beredar dapat dikurangi.
2. Kebijakan
Diskonto, kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar
dengan cara menaikan suku bunganya. Dengan menaikkan suku bunga, diharapkan
masyarakat akan menabung dibank lebih banyak.
3. Kebijakan
Cadangan Kas, kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar
dengan cara menaikkan cadangan kas minimum. Sehingga bank umum harus menahan
uang lebih banyka dibank sebagai cadangan.
4. Kebijakan
Kredit Selektif, kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar
dengan cara memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Syarat pemberian yang
ketat akan mengurangi jumlah pengusaha yang bisa memperoleh kredit.
ü Kebijakan
Fiskal
1. Mengurangi
Pengeluaran Pemerintah, untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat mengurangi
pengeluaran sehingga permintaan terhadap barang dan jasa berkurang yang pada
akhirnya dapat menurunkan harga-harga.
2. Menaikkan
Tarif Pajak, untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat menaikkan tarif pajak,
kenaikan tarif pajak akan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Berkurangnya
tingkat konsumsi akan mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa yang
akhirnya dapat menurunkan harga-harga.

Komentar
Posting Komentar